JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman berharap Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) periode 2026–2031 mampu membawa cabang olahraga pickleball Indonesia meraih prestasi dunia, bahkan menargetkan peluang tampil pada ajang Olimpiade di masa mendatang.
Harapan tersebut disampaikan Marciano Norman usai melantik jajaran Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Nazaruddin untuk masa bakti 2026–2031 di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menurut Marciano, perkembangan olahraga pickleball di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Ia optimistis Indonesia dapat memberikan kejutan apabila cabang olahraga tersebut nantinya resmi dipertandingkan dalam ajang Olimpiade.
"Saya berharap pickleball mampu memberikan kejutan ketika dipertandingkan di Olimpiade. Hal itu sangat mungkin terjadi karena masyarakat Indonesia memiliki kedekatan dengan olahraga raket dan kita melihat potensi besar yang dimiliki atlet-atlet pickleball Indonesia," ujar Marciano Norman.
Saat ini, federasi internasional pickleball tengah mengupayakan agar olahraga tersebut dapat dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada Olimpiade Los Angeles 2028. Kesempatan tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik sejak dini.
Prestasi atlet Indonesia di tingkat internasional juga semakin menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Salah satunya melalui raihan medali emas Kadek Lana Lauditha pada World Pickleball Championship (WPC) Asia 2026 serta pencapaian peringkat keempat pada Champions League Asia 2025.
Di tingkat nasional, pickleball juga telah mencatat sejarah dengan sukses dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada PON XXI Aceh-Sumatra Utara 2024. Keberhasilan tersebut membuat pickleball dipastikan akan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi pada PON XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Marciano menegaskan bahwa kunci utama pencapaian prestasi terletak pada tata kelola organisasi yang baik. Karena itu, ia meminta pengurus baru PB IPF untuk fokus membangun organisasi yang profesional sekaligus memperluas sosialisasi olahraga pickleball ke seluruh daerah.
"Tata kelola organisasi harus menjadi prioritas utama. Dari organisasi yang baik akan lahir pembinaan atlet, pengembangan kompetisi, dan sosialisasi pickleball yang lebih luas kepada masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB IPF Muhammad Nazaruddin menyatakan komitmennya untuk membawa pickleball Indonesia semakin maju melalui program pembinaan atlet, penguatan organisasi di daerah, serta peningkatan kualitas kompetisi nasional dan internasional.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PB IPF diharapkan mampu mempercepat perkembangan olahraga pickleball di Indonesia dan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat Asia hingga dunia.
Semangat dan dukungan dari KONI Pusat menjadi modal penting bagi PB IPF di bawah kepemimpinan Muhammad Nazaruddin untuk membawa pickleball Indonesia menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk mewujudkan mimpi tampil dan berprestasi di panggung Olimpiade.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar