Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news - 

Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional dengan melibatkan pemerintah daerah secara aktif. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan koordinasi yang menghadirkan ratusan kepala daerah dari berbagai wilayah sentra pangan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi nasional guna mempercepat target swasembada pangan dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk mendukung sektor pertanian. Total dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp12 triliun yang akan difokuskan pada pengembangan komoditas perkebunan serta peningkatan infrastruktur pertanian.

Sebagian besar anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan bantuan kepada petani, termasuk bibit unggul dan pupuk organik yang diberikan secara gratis. Program ini menyasar sejumlah komoditas utama seperti tebu, kopi, kakao, kelapa, dan pala dengan target pengembangan lahan yang luas di berbagai daerah sentra produksi.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran khusus untuk penguatan sistem irigasi pertanian. Program ini mencakup pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pembukaan area pertanian baru guna meningkatkan produktivitas.

Tak hanya itu, Kementerian Pertanian juga menggencarkan program bantuan pompa air untuk mengatasi kendala kekeringan di sejumlah wilayah. Bantuan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Menteri Pertanian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini. Ia menyebutkan bahwa kepala daerah, khususnya bupati, memiliki posisi strategis dalam menggerakkan sektor pertanian di wilayah masing-masing.

Sementara itu, pemerintah mencatat adanya tren positif dalam produksi padi nasional. Hingga pertengahan April 2026, produksi beras menunjukkan peningkatan yang signifikan dan diperkirakan akan terus bertambah dalam waktu dekat.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

(Rika/Fikri/Pras)