JAKARTA, PilarRakyatIndonesia.news β Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid Indonesia di panggung internasional. Empat murid berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) ke-38 tahun 2026 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada 9β16 Agustus 2026.
Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi dunia pendidikan Indonesia sekaligus memperlihatkan potensi talenta muda Tanah Air di bidang informatika. Prestasi itu disampaikan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Empat murid Indonesia yang berhasil membawa pulang medali perunggu tersebut adalah Aufan Ahmad Mumtaza dari SMA Al Irsyad Satya, Jawa Barat; Franklin Filbert Irwan dari SMA Darma Yudha, Riau; Nathan Allan dari SMA Kanisius, DKI Jakarta; serta Warren Xing dari SMA Bina Mulia, Pontianak, Kalimantan Barat.
Puspresnas menyampaikan apresiasi atas perjuangan para delegasi Indonesia yang telah berkompetisi bersama ratusan peserta terbaik dari berbagai negara.
Capaian ini menjadi bagian dari perjalanan panjang talenta Indonesia untuk terus belajar, berkembang, dan mengharumkan nama bangsa.
Diikuti 375 Peserta dari 92 Negara
IOI 2026 menjadi salah satu ajang bergengsi bagi pelajar di bidang informatika. Kompetisi tahun ini diikuti oleh 375 peserta dari 92 negara.
Para delegasi Indonesia merupakan murid yang telah melalui proses pembinaan dan seleksi yang dilakukan oleh Pusat Prestasi Nasional. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan tinggi yang mempertemukan talenta-talenta muda informatika dari berbagai penjuru dunia.
Keberhasilan empat murid Indonesia meraih medali perunggu menunjukkan bahwa proses pembinaan talenta digital dan informatika di Tanah Air terus menghasilkan capaian positif.
Empat Murid yang Mengharumkan Nama Indonesia
Keempat peraih medali perunggu datang dari sejumlah daerah dan sekolah dengan latar belakang berbeda.
Aufan Ahmad Mumtaza merupakan murid SMA Al Irsyad Satya, Jawa Barat. Ia kembali menunjukkan konsistensi prestasi setelah pada IOI tahun sebelumnya juga berhasil meraih medali perunggu.
Kemudian Franklin Filbert Irwan dari SMA Darma Yudha, Riau, turut menyumbangkan medali bagi Indonesia.
Medali lainnya diraih Nathan Allan dari SMA Kanisius, DKI Jakarta. Nathan juga tercatat sebagai salah satu peraih medali perunggu Indonesia pada IOI tahun sebelumnya.
Sementara itu, Warren Xing dari SMA Bina Mulia, Pontianak, Kalimantan Barat, melengkapi raihan empat medali perunggu Indonesia di IOI 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi sekolah dan keluarga para peserta, tetapi juga bagi dunia pendidikan Indonesia.
Didampingi Tim Pembina
Dalam perjuangan para delegasi Indonesia di IOI 2026, mereka mendapatkan pendampingan dari tim pembina yang memiliki pengalaman di bidang informatika dan olimpiade komputer.
Tim pembina terdiri dari Dr. Musthofa, S.Kom., M.Sc. dari IPB University serta Albert Yulius Ramahalim dari Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA-TOKI).
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para murid menghadapi kompetisi internasional yang menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, pemecahan masalah, serta penguasaan informatika.
Melanjutkan Tradisi Prestasi Indonesia
Raihan empat medali perunggu pada IOI 2026 sekaligus melanjutkan tradisi prestasi Indonesia dalam kompetisi informatika tingkat dunia.
Pada IOI tahun sebelumnya, Indonesia juga berhasil membawa pulang empat medali. Kala itu, Indonesia meraih satu medali perak dan tiga medali perunggu.
Medali perak diraih Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya. Sementara tiga medali perunggu diperoleh Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya, serta Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta.
Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global, khususnya dalam bidang teknologi dan informatika.
Dorong Talenta Digital Indonesia Terus Berkembang
Prestasi para murid Indonesia di IOI 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang sains, teknologi, dan informatika.
Perkembangan teknologi yang semakin cepat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan kompleks.
Karena itu, keberhasilan para delegasi Indonesia tidak hanya menjadi sebuah pencapaian kompetisi, tetapi juga menjadi gambaran pentingnya pembinaan talenta sejak usia sekolah.
Di tengah momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, prestasi empat murid tersebut menjadi kado membanggakan bagi Tanah Air.
Keberhasilan mereka diharapkan dapat memperkuat semangat generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.
Empat medali perunggu dari Tashkent menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di panggung informatika internasional. Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan agar pembinaan talenta digital nasional terus diperkuat demi melahirkan generasi unggul Indonesia di masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar