Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor pupuk ke sejumlah negara, termasuk Australia dan India. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia di pasar global sektor pertanian.

Menurut Amran, kesiapan ekspor tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dalam negeri serta perbaikan tata kelola distribusi pupuk. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan domestik tetap terpenuhi sebelum memperluas penetrasi ke pasar internasional.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok pupuk global. Kami siap mengekspor ke Australia dan India dengan tetap mengutamakan kebutuhan petani dalam negeri,” ujar Amran dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pemerintah terus mendorong peningkatan efisiensi produksi dan kualitas pupuk agar mampu bersaing di pasar global. Selain itu, kerja sama bilateral dengan negara tujuan ekspor juga tengah diperkuat guna membuka akses pasar yang lebih luas.

Amran menjelaskan bahwa ekspor pupuk tidak hanya berdampak pada peningkatan devisa negara, tetapi juga menjadi indikator bahwa sektor pertanian Indonesia semakin kompetitif di kancah internasional.

Di sisi lain, pemerintah tetap berhati-hati agar kebijakan ekspor tidak mengganggu stabilitas pasokan dalam negeri, mengingat pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.

“Kami pastikan distribusi dalam negeri tetap aman. Ekspor dilakukan setelah kebutuhan petani terpenuhi,” tegasnya.

Langkah ekspor ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dengan negara mitra serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor agribisnis.

Dengan strategi tersebut, Indonesia menargetkan dapat meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.