HUT Ke-1 Partai Rakyat Indonesia, DPD PRI Sumbar Perkuat Konsolidasi dan Perluas Struktur hingga Nagari
JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Partai Rakyat Indonesia (PRI) memasuki usia satu tahun sejak dideklarasikan pada 8 Agustus 2025. Momentum tersebut dimanfaatkan jajaran PRI di Sumatera Barat untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus menyiapkan langkah politik menghadapi agenda partai ke depan.
Peringatan HUT pertama PRI di Sumatera Barat berlangsung di Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (8/8/2026). Sejumlah pengurus DPD PRI Sumbar dan jajaran DPC dari berbagai kabupaten dan kota hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPD PRI Sumbar Marlon Martua turut hadir bersama jajaran pengurus. Ketua DPC PRI Kabupaten Solok Septrismen, SH, juga menghadiri kegiatan tersebut bersama pengurusnya.
Peringatan satu tahun PRI digelar dengan konsep hybrid. Kegiatan daerah dipusatkan di Dharmasraya, sementara rangkaian acara nasional dilaksanakan dari DPD PRI Provinsi Lampung dan terhubung secara daring dengan pengurus PRI di berbagai daerah.
Melalui pertemuan virtual tersebut, jajaran DPP PRI menyampaikan sejumlah arahan kepada struktur partai di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Kader PRI dari 38 provinsi mengikuti agenda tersebut secara bersamaan. Pemotongan tumpeng juga dilakukan secara serentak sebagai simbol bertambahnya usia organisasi sekaligus penegasan komitmen untuk memperkuat struktur partai.
Di Dharmasraya, kader PRI Sumbar mengikuti kegiatan nasional tersebut secara bersama-sama dan melanjutkannya dengan diskusi internal mengenai program serta strategi organisasi di daerah.
Dalam pengarahan DPP, jajaran partai menekankan pentingnya penguatan organisasi hingga tingkat paling bawah. Ada tiga fokus yang menjadi perhatian PRI untuk periode 2026-2027.
Pertama, penguatan struktur organisasi. Seluruh tingkatan kepengurusan mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC hingga ranting diminta memastikan struktur dan data kader tertata dengan baik.
Kedua, penguatan kerja kerakyatan. PRI didorong untuk lebih aktif menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama menyangkut harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, pengembangan UMKM serta sektor pendidikan.
Ketiga, menjaga soliditas internal. Seluruh kader diminta membangun kerja sama dan menghindari gesekan internal. Militansi politik, menurut arahan partai, harus tetap berjalan dengan mengedepankan etika dan kesantunan.
Arahan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan jajaran DPD PRI Sumbar dalam agenda internal setelah kegiatan nasional selesai.
Ketua DPC PRI Kabupaten Solok Septrismen, SH, mengatakan peringatan HUT pertama menjadi kesempatan bagi jajaran partai di daerah untuk memperkuat komunikasi dan memperluas basis organisasi.
Menurutnya, DPC PRI Kabupaten Solok akan segera menjalankan sejumlah agenda, termasuk memperluas struktur hingga tingkat nagari dan melakukan perekrutan kader baru.
“HUT pertama ini bukan sekadar seremoni. Ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi. Kami siap menjalankan arahan DPP, terutama memperluas struktur sampai ke nagari, merekrut kader baru, serta menghadirkan program yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Septrismen.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Solok tersebut menyebut sektor pertanian, peternakan dan UMKM akan menjadi perhatian PRI di Kabupaten Solok.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Sementara itu, Ketua DPD PRI Sumbar Marlon Martua menilai usia satu tahun merupakan fase penting bagi partai untuk memperkuat fondasi organisasi.
Ia mengatakan pembangunan partai tidak hanya bergantung pada struktur di tingkat pusat, tetapi juga membutuhkan kekuatan organisasi di daerah.
“Dari Dharmasraya ini kita menegaskan bahwa PRI Sumbar siap menjadi partai yang dekat dengan masyarakat. Kekuatan organisasi harus dibangun bersama, mulai dari pusat hingga daerah,” kata Marlon.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran DPC PRI dari berbagai daerah dalam peringatan HUT pertama tersebut.
Kekompakan antarpengurus dinilai menjadi salah satu modal penting bagi PRI Sumbar dalam menghadapi tahapan verifikasi partai serta target memperoleh keterwakilan di DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029.
Rangkaian peringatan HUT ke-1 PRI di Sumatera Barat kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng, doa bersama lintas agama dan deklarasi “Satu Komando PRI Sumbar”.
PRI sendiri dideklarasikan pada 8 Agustus 2025 dengan membawa tagline “Partai Kerakyatan”. Partai tersebut menempatkan penguatan ekonomi masyarakat, kedaulatan pangan dan politik yang santun sebagai sejumlah fokus perjuangannya.
Hingga Agustus 2026, PRI menyatakan telah memiliki struktur kepengurusan di 38 provinsi dan sekitar 90 persen kabupaten/kota di Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar