JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Hasan Basri meninjau langsung lokasi penyemaian 1 juta bibit kakao unggul di Kalimantan Utara sebagai tindak lanjut program Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mendukung peremajaan tanaman kakao serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Program penyediaan bibit kakao gratis tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat regenerasi tanaman kakao di Kalimantan Utara. Banyak tanaman kakao di daerah ini telah memasuki usia tua sehingga memerlukan peremajaan dengan varietas unggul yang memiliki produktivitas lebih tinggi dan lebih tahan terhadap serangan hama maupun penyakit.

Hasan Basri mengatakan sektor pertanian dan perkebunan memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian masyarakat Kalimantan Utara. Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program pemerintah agar bantuan benar-benar diterima oleh petani yang berhak.

"Sektor pertanian dan perkebunan adalah tulang punggung ekonomi rakyat Kalimantan Utara. Kehadiran program 1 juta bibit kakao gratis dari Kementan ini harus kita kawal bersama agar proses penyemaian hingga penyalurannya berjalan lancar dan langsung diterima oleh para petani yang membutuhkan," ujar Hasan Basri.

Menurutnya, penyaluran satu juta bibit kakao unggul diharapkan mampu memperkuat posisi Kalimantan Utara sebagai salah satu sentra produksi kakao nasional sekaligus meningkatkan daya saing komoditas kakao Indonesia di pasar domestik maupun ekspor.

Selain meninjau kesiapan bibit di lokasi penyemaian, Hasan Basri juga berdialog dengan kelompok tani untuk menyerap berbagai aspirasi. Sejumlah persoalan yang disampaikan petani antara lain terkait akses permodalan, ketersediaan pupuk, hingga kebutuhan sarana dan prasarana penunjang usaha perkebunan.

Melalui program ini, pemerintah juga menyiapkan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari proses pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga penanganan pascapanen. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha perkebunan kakao di Kalimantan Utara.

Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar proses distribusi bibit berlangsung tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi kelompok tani.

Dengan terealisasinya program penyemaian dan distribusi 1 juta bibit kakao gratis, diharapkan produktivitas perkebunan kakao di Kalimantan Utara meningkat, pendapatan petani bertambah, serta sektor perkebunan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.