Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Dalam upaya memperkuat peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa dan memperingati semangat perjuangan perempuan di seluruh pelosok negeri, Perempuan Rakyat Indonesia (PERI) menggelar acara bertajuk "Talkshow & Pembacaan Puisi: Perspektif Laki-laki Tentang Kartini Masa Kini". Kegiatan yang berlangsung secara khidmat ini bertujuan untuk membedah tantangan sekaligus peluang bagi perempuan dalam berbagai lini kebijakan publik dan sosial di gedung DPP Partai Rakyat Indonesia, Halimun, Setia Budi Jakarta Selatan, Sabtu (25/04/2026) Sekitar pukul 10:00 wib
Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang berbagi pandangan mengenai pentingnya inklusivitas dan perlindungan hak-hak perempuan. Tidak hanya sekadar diskusi formal, kegiatan ini juga diperkaya dengan pembacaan puisi yang merefleksikan ketangguhan, kasih sayang, dan perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa.
Dalam sesi talkshow, pembahasan difokuskan pada penguatan kapasitas perempuan sebagai agen perubahan di masyarakat. “Perempuan adalah pilar stabilitas. Keterlibatan aktif mereka dalam setiap kebijakan publik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mencapai Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” ujar Dr. Aditya Nasution, salah satu narasumber utama.
Diskusi ini juga menyoroti berbagai isu terkini, mulai dari ketahanan ekonomi keluarga hingga akses pendidikan dan kesehatan bagi kaum perempuan di wilayah pelosok.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai kultural, sesi pembacaan puisi menjadi puncak emosional acara. Melalui bait-bait yang dibacakan, audiens diajak untuk meresapi jejak sejarah dan dedikasi perempuan rakyat Indonesia yang sering kali tidak tercatat secara formal namun berdampak besar bagi kemajuan bangsa.
Sastra dipilih menjadi media komunikasi karena kemampuannya dalam menyentuh sisi humanis dan membangkitkan empati serta solidaritas kolektif.
Penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi lahirnya gerakan-gerakan nyata di lapangan. Perempuan Rakyat Indonesia (PERI) berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi perempuan dan memastikan setiap langkah strategis yang diambil senantiasa berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.
"Kami ingin menegaskan bahwa setiap perempuan rakyat Indonesia memiliki hak yang sama untuk bermimpi, berkarya, dan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing," tutup Juliana Sophia.
Acara ditutup dengan pesan bersama bahwa Kartini masa kini bukan hanya tentang perempuan yang kuat, tetapi juga tentang laki-laki yang sadar, mendukung, dan ikut berjuang menciptakan dunia yang lebih setara.
Dengan pendekatan yang segar dan reflektif, talkshow dan pembacaan puisi ini berhasil menghadirkan makna baru dalam memperingati Hari Kartini bahwa perjuangan emansipasi adalah perjalanan bersama.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar