DENPASAR, Pilarrakyatdenpasar.news – Pemerintah Kota Denpasar menunjukkan komitmen penuh dalam menangani musibah kebakaran yang melanda kawasan Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod. Penanganan dilakukan secara lintas sektor dan terpadu dengan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, serta jajaran OPD terkait guna memastikan seluruh korban terpenuhi kebutuhan dasarnya dan area terdampak dapat dipadamkan secara total.

Langkah strategis penanganan tidak hanya berfokus pada tindakan taktis pemadaman di lapangan, melainkan juga menyasar jaminan keselamatan, kesehatan, hingga aspek psikologis warga terdampak tanpa membeda-bedakan latar belakang daerah asal.

Strategi Taktis Pemadaman: Urai Puing Sampah Gunakan Ekskavator

Proses pemadaman material tersisa dan tumpukan sampah di lokasi kejadian terus digenjot. Hingga Rabu (2/9) siang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Denpasar mengerahkan teknik penggarukan menggunakan tiga unit ekskavator untuk membongkar material puing.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menjelaskan bahwa pola penanganan ini sangat krusial mengingat titik api mengendap di bawah tumpukan material tebal.

"Tanpa ekskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita semprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk ekskavator baru kita semprot," tegas Tirana.

Metode teruji yang pernah diterapkan saat penanganan kebakaran TPA Suwung ini terbukti memangkas titik api secara signifikan hingga tersisa paparan asap tipis. Dalam operasi ini, sebanyak sembilan unit armada Damkar Denpasar disiagakan di lokasi, dibantu tiga unit armada perbantuan dari Damkar Kabupaten Badung. Api diproyeksikan padam total pada Kamis (3/9) pagi.

Asesmen dan Layanan Logistik Terpadu Bagi 85 KK Terdampak

Di sisi kemanusiaan, Dinas Sosial Kota Denpasar mencatat sebanyak 85 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh insiden ini. Pemerintah daerah bergerak mendistribusikan bantuan darurat secara bergelombang sejak Selasa (1/9), mencakup matras, selimut, family kit untuk balita, sembako, hingga pakaian layak pakai yang dihimpun dari sinergi bersama masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Gusti Ayu Laxmy Saraswati, bersama Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial I Gusti Ketut Sudiatmika, menyatakan bahwa pendataan dan asesmen terus diperbarui, termasuk bagi warga yang memilih mengungsi di rumah kerabat.

"Pada tahap awal semua warga terdampak telah dievakuasi. Meski warga terdampak merupakan warga luar Denpasar, bantuan kemanusiaan tentu tetap kami jalankan terhadap musibah yang terjadi," ungkap Laxmy.

Dari asesmen komprehensif tersebut, Pemkot Denpasar juga menyiapkan skema pemulangan ke daerah asal bagi warga luar Bali yang tidak lagi memiliki tempat tinggal atau penunjukan resmi di Denpasar.

Pemeriksaan Kesehatan Berkala dan Pemulihan Psikososial

Melengkapi penanganan fisik dan logistik, Tim Dinas Kesehatan Kota Denpasar diterjunkan secara berkala untuk memeriksa kondisi fisik warga, khususnya mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan asap. Paralel dengan itu, layanan pendampingan psikososial (trauma healing) diberikan secara intensif guna memulihkan kondisi mental dan trauma para korban di tempat pengungsian.

Pemkot Denpasar memastikan seluruh rangkaian pemulihan pascakebakaran berjalan berkesinambungan hingga situasi sosial dan lingkungan warga kembali kondusif.