JAKARTA,Pilarrakyatindonesia.news – Suasana di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Rakyat Indonesia (PRI) terasa berbeda dan penuh semangat, Sabtu, 25 April 2026. Di tengah kesibukan politik, markas Partai Rakyat Indonesia (PRI) bertransformasi menjadi ruang yang hangat, inklusif, dan sarat akan makna budaya, berkat digelarnya acara "Talkshow dan Pembacaan Puisi oleh Perempuan Rakyat Indonesia (PERI)."

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah politisi senior yang juga Ketua Umum DPP Partai Rakyat Indonesia (PRI), Muhammad Nazaruddin. Kehadirannya memberikan bobot tersendiri, menegaskan dukungan penuh struktural partai terhadap gerakan pemberdayaan perempuan.

Dalam keterangannya, perwakilan partai menyebut bahwa saat ini perempuan di Indonesia telah menunjukkan peran yang luar biasa dan semakin mendapatkan ruang serta apresiasi dari negara. Namun demikian, upaya peningkatan keterwakilan perempuan dinilai masih perlu terus diperkuat, khususnya dalam struktur politik dan pengambilan kebijakan.

“Di Partai Rakyat Indonesia, kami sudah menerapkan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di seluruh struktur partai, mulai dari tingkat DPP hingga ke desa,” ujar Muhammad Nazaruddin.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata untuk mendorong perempuan agar aktif berkontribusi dalam proses politik. Struktur partai yang inklusif diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pemimpin perempuan di masa depan.

Lebih lanjut, Partai Rakyat Indonesia (PRI) juga menegaskan bahwa apabila mendapatkan mandat dari rakyat untuk berperan di legislatif maupun eksekutif, pihaknya akan memaksimalkan keterlibatan perempuan, bahkan melampaui angka minimal 30 persen.

“Jika kami diberi amanah, peran perempuan akan kami dorong lebih besar lagi, tidak hanya memenuhi kuota, tetapi benar-benar berada pada posisi strategis dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.

Puncak acara ini adalah sesi talkshow di mana Muhammad Nazaruddin mengupas tuntas tema "Persepektif Laki-laki tentang Kartini Masa Kini."

Nazarudin memaparkan refleksi historis yang mendalam, mengingatkan hadirin bahwa sejarah Indonesia tidak pernah lepas dari kontribusi besar kaum perempuan. "Sejak masa pra-kemerdekaan hingga era reformasi, perempuan selalu mengambil peran sentral dalam perjuangan sosial dan kebangsaan. Mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar kekuatan yang tak terpisahkan," tegasnya.

"Saya melihat bahwa Kartini adalah pejuang perempuan yang tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan-kepentingan perempuan. Memang dalam kehidupan ini saya melihat suatu inspirasi ya. Seorang Kartini yang benar-benar luar biasa, tidak pernah menyerah memperjuangkan hak-hak perempuan. Dan sekarang hak-hak perempuan di republik kita, negara kita yang tercinta ini, Republik Indonesia, perempuan perannya sudah cukup luar biasa diberdayakan dan diapresiasi oleh negara kita," lanjut Nazaruddin.

Acara berlangsung dengan penuh kehangatan, ditandai dengan partisipasi aktif para peserta yang hadir memenuhi ruangan. Gelak tawa, tepuk tangan, hingga suasana haru saat pembacaan puisi silih berganti menciptakan atmosfer yang inklusif dan inspiratif.

Dukungan penuh Partai Rakyat Indonesia (PRI) terhadap acara ini tidak hanya terlihat dari kehadiran Ketua Umum, tetapi juga dari keterlibatan berbagai struktural partai dan sayap organisasi perempuan. Hal ini menegaskan komitmen Partai Rakyat Indonesia (PRI) untuk terus mendorong kesetaraan gender dan memberikan ruang politik yang luas bagi perempuan.

Melalui kegiatan talkshow dan pembacaan puisi ini, DPP Partai Rakyat Indonesia (PRI) berharap dapat terus menginspirasi Perempuan Rakyat Indonesia untuk berani bersuara, berkarya, dan mengambil peran aktif dalam membangun masa depan bangsa yang lebih adil, sejahtera, dan berdaulat untuk semua.