JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news — Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa lembaganya telah mulai mengambil posisi kepemilikan saham di sektor transportasi daring atau ojek online (ojol).

Pernyataan tersebut disampaikan di lingkungan Istana Negara pada Selasa (5/5/2026). Rosan mengungkapkan bahwa keterlibatan Danantara di sektor ini akan terus diperluas secara bertahap. Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas perusahaan aplikator yang menjadi target investasi tersebut.

Di sisi lain, tim komunikasi Danantara menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang yang tengah dijalankan. Saat ini, Danantara masih aktif menjajaki berbagai peluang investasi yang dinilai memiliki potensi besar dalam memberikan dampak ekonomi sekaligus sosial bagi Indonesia.

Menurut keterangan resmi, setiap keputusan investasi dilakukan melalui proses kajian yang komprehensif. Sejumlah aspek menjadi pertimbangan utama, di antaranya kesesuaian dengan strategi lembaga, kekuatan fundamental bisnis, keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, serta potensi penciptaan nilai berkelanjutan.

Jika menilik peta kepemilikan yang ada, salah satu entitas yang terafiliasi dengan Danantara memang telah memiliki eksposur di sektor transportasi digital. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, Telkomsel, diketahui memiliki saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Kepemilikan tersebut berada di kisaran sekitar 2 persen dari total saham beredar, dengan nilai investasi mencapai ratusan juta dolar AS sebelum perusahaan tersebut melantai di bursa.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga telah mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Danantara telah masuk ke sektor transportasi digital. Pernyataan itu disampaikan saat menerima perwakilan massa aksi Hari Buruh di Kompleks Parlemen, meski tanpa merinci perusahaan yang dimaksud.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat posisi di sektor ekonomi digital yang terus berkembang pesat. Selain itu, keterlibatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang peningkatan nilai tambah serta memperluas kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.