JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Rp268 triliun. Langkah ini diambil guna memastikan penggunaan anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga penyelenggara dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa penghematan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola dan manajemen program nasional tersebut.

"Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka (BGN) membelanjakan uang," ucap Purbaya kepada awak media.

Purbaya menambahkan bahwa Presiden Prabowo sangat terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun ahli terkait pelaksanaan program MBG di lapangan. Saat ini, pemerintah tengah menggodok dan menghitung skema penghematan terbaik.

Pemerintah optimistis pemangkasan anggaran ini tidak akan mengurangi kualitas maupun efektivitas pemberian makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Berdasarkan data hingga 30 April 2026, berikut adalah rincian perkembangan program MBG yang sedang berjalan:

Realisasi Anggaran: Telah terpakai sebesar Rp75 triliun (sekitar 22,4% dari total alokasi awal yang sebesar Rp335 triliun).

Penerima Manfaat: Sudah menjangkau 61,96 juta jiwa.

Infrastruktur Penunjang: Telah beroperasi sebanyak 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur komunal MBG di berbagai wilayah.

"MBG sudah mencapai Rp75 triliun," pungkas Purbaya, menutup penjelasannya mengenai perkembangan serapan anggaran program prioritas tersebut.