Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news – Puskeswan Dinas Peternakan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap empat sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sapi dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan layak dijadikan hewan kurban.

Dokter hewan Dinas Peternakan Kabupaten Polman, Isnaniah Bagenda, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik hingga pemeriksaan parasit internal.

“Melihat secara fisik apakah layak, sehat, dan juga dilakukan pemeriksaan parasit internal. Alhamdulillah dari empat sapi sangat baik dan layak dikurbankan, tapi kita juga masih menunggu hasil laboratorium dari feses, semoga sehat,” ujar Isnaniah, Selasa (12/5/2026).

Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi pengecekan gigi, mulut, lidah, hingga bagian tubuh lainnya. Selain itu, petugas juga mengambil sampel kotoran sapi untuk diuji secara klinis di laboratorium.

Menurut Isnaniah, setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dilakukan, sapi yang dinyatakan sehat akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Setelah dilakukan cek fisik dan cek laboratorium, nanti diberikan surat keterangan kesehatan hewan atau SKKH bahwa hewan tersebut layak dijadikan hewan kurban,” jelasnya.

Pemberian SKKH menjadi bukti bahwa sapi kurban Presiden Prabowo Subianto telah melalui pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang ditetapkan.

Diketahui, tahun ini Presiden Prabowo membeli empat ekor sapi jumbo dari peternak lokal di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Keempat sapi tersebut terdiri dari jenis Limosin, Simental, dan Berangus dengan bobot mulai dari 960 kilogram hingga lebih dari 1 ton. Masing-masing sapi disebut memiliki harga rata-rata di atas Rp100 juta.

Rencananya, sapi kurban Presiden akan disalurkan ke sejumlah daerah di Sulawesi Barat, yakni Kabupaten Mamuju, Mamasa, Majene, dan Polewali Mandar.

Pemerintah daerah berharap kehadiran sapi kurban Presiden ini tidak hanya membantu masyarakat penerima manfaat, tetapi juga menjadi motivasi bagi para peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya.