JAKARTA, pilarrakyatindonesia.news – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan pembangunan Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sepenuhnya dibiayai dari kekuatan ekonomi koperasi buruh dan gotong royong keluarga besar KSPSI.

Museum yang dibangun dengan anggaran hampir Rp3,8 miliar tersebut tidak menggunakan dana pemerintah, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN," ujar Andi Gani saat peresmian museum, Minggu (17/5/2026).

Menurut Andi Gani, keberhasilan pembangunan museum tersebut tidak lepas dari kuatnya jaringan koperasi buruh yang dimiliki KSPSI. Saat ini, total aset koperasi buruh di bawah naungan KSPSI AGN disebut telah mencapai Rp2,1 triliun.

Ia mengungkapkan, sejumlah koperasi buruh bahkan telah berkembang menjadi lembaga ekonomi yang memiliki aset ratusan miliar rupiah.

"KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp750 miliar, ada yang Rp300 miliar," katanya.

Andi Gani menjelaskan, pembangunan Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah merupakan bentuk penghormatan terhadap sosok Marsinah yang dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. Karena itu, pembangunan museum dilakukan secara kolektif oleh anggota dan pengurus KSPSI dari berbagai daerah.

"Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia," ujarnya.

Museum tersebut nantinya dibuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Pengunjung dapat mengakses museum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pengelolaan museum juga melibatkan keluarga Marsinah bersama yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung meresmikan museum dan melakukan ziarah ke makam Marsinah. Menurutnya, kehadiran kepala negara menjadi bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan kaum buruh Indonesia.

"Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah," tuturnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan peresmian Museum Ibu Marsinah bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghargaan terhadap keberanian dan perjuangan kaum pekerja Indonesia.

"Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang, seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh," kata Prabowo.

Presiden juga menilai perjuangan Marsinah tidak hanya berkaitan dengan isu ketenagakerjaan, tetapi mencerminkan perjuangan kelompok masyarakat yang selama ini berada di posisi marginal dan membutuhkan perlindungan negara.

Museum Ibu Marsinah & Rumah Singgah sendiri merupakan inisiatif Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea bersama Ketua Dewan Penasihat KSPSI yang juga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPD KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi, serta jajaran pengurus DPP dan pengurus daerah KSPSI di seluruh Indonesia.